Mulai dari status kewajiban perusahaan
Kewajiban dan frekuensi pelaporan LKPM bergantung pada kategori pelaku usaha serta ketentuan yang berlaku. Sebelum mengisi, periksa profil proyek pada OSS dan aturan periode pelaporan yang benar.
Rincian realisasi investasi harus dapat dibuktikan
Data investasi, modal tetap, modal kerja, serta pengeluaran lainnya perlu dibukukan dan dijelaskan berdasarkan transaksi nyata. Jangan menggunakan angka perkiraan yang seolah-olah merupakan realisasi.
Konsistensi dengan data perusahaan
KBLI, lokasi proyek, tahap konstruksi atau produksi, tenaga kerja, dan pelaporan sebelumnya perlu dicocokkan agar tidak ada angka atau status yang saling bertentangan.
Menangani kendala sistem
Bila data tidak tersimpan atau opsi pelaporan berbeda dari kondisi aktual, catat bukti kendala serta tanyakan ke helpdesk resmi. Hindari membuat isian fiktif hanya untuk melewati validasi sistem.
Checklist sebelum submit
Periksa periode, identitas proyek, angka realisasi, data tenaga kerja, bukti transaksi serta histori perubahan. Tinjauan silang oleh tim lain membantu mencegah salah lapor.
Sumber ketentuan
Rujuk portal OSS dan regulasi investasi yang berlaku untuk klasifikasi laporan serta format formulir. Informasi hukum dapat berubah menurut kebijakan regulator.
Ilustrasi rekonsiliasi nilai investasi
Apabila rencana investasi dalam OSS mencantumkan nilai pengadaan mesin, tetapi mesin belum dibeli pada periode pelaporan, nilainya tidak otomatis menjadi realisasi. Laporan perlu mengikuti bukti pengeluaran dan kategorisasi yang tersedia pada periode bersangkutan.
Untuk meminimalkan selisih, bandingkan laporan periode sebelumnya, buku pembelian aset, bukti pembayaran, catatan proyek, tenaga kerja dan posisi kegiatan. Jika ada field yang tidak dapat disimpan, dokumentasikan pesan sistem dan mintalah klarifikasi resmi alih-alih membuat angka pengganti.
Panduan umum; verifikasi ketentuan terbaru pada instansi berwenang sebelum mengambil keputusan.

