Produk pangan olahan, kosmetik, obat, suplemen dan kategori lain dapat memiliki jalur pengawasan berbeda. Langkah pertama adalah menentukan identitas dan kategori produk secara tepat sebelum menentukan jenis layanan BPOM.
01. Identifikasi produk sampai tingkat varian
Kumpulkan nama dagang, komposisi, fungsi, bentuk sediaan, kemasan, klaim label, asal produksi dan sasaran pengguna. Produk yang terlihat serupa belum tentu memiliki klasifikasi atau mekanisme pendaftaran yang sama; setiap varian perlu ditelaah sesuai kategori resminya.
02. Pemeriksaan dokumen produsen dan importir
Petakan legalitas penanggung jawab, identitas dan hubungan dengan pabrik luar negeri, data formula atau spesifikasi, rancangan label serta dokumen keamanan/mutu yang relevan. Jangan menyimpulkan suatu sertifikat selalu wajib sebelum mengetahui kategori dan mekanisme yang berlaku.
03. Membedakan registrasi dan persyaratan pemasukan
Nomor izin edar atau notifikasi produk, apabila disyaratkan, bukan otomatis pengganti pemeriksaan persyaratan impor atau SKI. Cocokkan status produk, nomor registrasi, identitas importir, HS dan data shipment sebelum menetapkan jalur pemasukan.
04. Menangani pengembalian berkas dan perubahan produk
Simpan catatan evaluasi regulator, versi label, data komposisi dan korespondensi. Jika ada perbedaan varian, klaim, pabrik atau kemasan, lakukan pemeriksaan dampak perubahannya sebelum mengunggah ulang berkas.