Sebelum menyatakan suatu barang wajib bersertifikat halal, periksa klasifikasi produknya, subjek pelaku usaha, ketentuan penahapan dan pengecualian yang mungkin berlaku menurut aturan terkini.
01. Cek produk dan prosesnya
Catat komposisi, bahan penolong, pemasok, fasilitas produksi, proses pengolahan, penggunaan, serta negara dan pabrik asal. Barang yang namanya serupa bisa memiliki bahan dan proses yang berbeda sehingga tidak cukup dinilai dari kemasan atau nama dagang.
02. Evaluasi skema dan dokumen bukti
Identifikasi siapa pemohon atau penanggung jawab, bagaimana ketertelusuran bahan didokumentasikan, serta dokumen proses yang tersedia. Untuk produk impor, periksa mekanisme yang berlaku bagi sertifikasi atau pengakuan terkait lembaga di luar negeri apabila relevan.
03. Perhatikan penahapan kewajiban
Tanggal berlakunya kewajiban, kelompok produk, skala pelaku usaha dan aturan transisi harus diperiksa dari regulasi resmi saat pemeriksaan. Jangan menyamakan seluruh kategori pangan, kosmetik atau barang konsumsi dalam satu tanggal penerapan.
04. Siapkan tindak lanjut temuan
Susun daftar bahan yang belum memiliki bukti, ketidaksesuaian label, atau selisih catatan produksi. Kejelasan dokumentasi dapat mempercepat proses verifikasi, tetapi hasil sertifikasi tetap diputuskan oleh pihak yang berwenang.