PANDUAN REGULASI

Perubahan Kebijakan Impor: Permendag 16/2025 dan Permendag 18/2026

Memahami hubungan aturan kebijakan impor dan perubahannya agar pengusaha tidak hanya mengandalkan ketentuan yang sudah diperbarui.

01

Memahami aturan berlapis

Permendag Nomor 16 Tahun 2025 menjadi salah satu dasar kebijakan dan pengaturan impor. Ketentuan tersebut telah mengalami perubahan, termasuk Permendag Nomor 18 Tahun 2026 sebagai perubahan kedua. Untuk setiap analisis produk, teks konsolidasi dan ketentuan yang masih berlaku harus diperiksa.

02

Mengapa klasifikasi barang menentukan hasil

Penerapan ketentuan impor tidak cukup ditentukan dari nama komersial produk. Spesifikasi, komposisi, kegunaan, dan klasifikasi HS dapat memengaruhi pengaturan serta pembatasan yang relevan. Karena itu, keputusan tentang izin harus mengikuti identifikasi barang yang benar.

03

Apa yang perlu disiapkan importir

Perusahaan sebaiknya menyiapkan NIB, status importir, brosur teknis, jenis barang, HS kandidat, volume, negara asal, tujuan penggunaan, dan dokumen perdagangan. Informasi ini menjadi dasar untuk menelusuri aturan perdagangan maupun aturan teknis lainnya.

04

Pisahkan PI, Pertek, LS dan SNI

Persetujuan Impor, Pertimbangan Teknis, Laporan Surveyor, serta kewajiban SNI memiliki dasar, kondisi penerapan, instansi dan prosedur yang dapat berbeda. Jangan menganggap semua persyaratan tersebut berlaku bagi setiap importir atau dapat saling menggantikan.

05

Pengecualian dan perubahan izin

Apabila terdapat dugaan pengecualian atau kebutuhan penyesuaian persetujuan, harus ditelusuri pasal dan bukti pendukungnya. Sisa kuota atau izin yang hampir berakhir juga tidak otomatis dapat diperpanjang; jalur administratif harus diperiksa menurut aturan dan jenis barang.

06

Cara menjaga kepatuhan sepanjang waktu

Sebelum pengapalan, bandingkan kembali regulasi yang berlaku pada tanggal transaksi, status izin, masa berlaku, serta data pada dokumen. Pembaruan kebijakan dan perubahan lampiran dapat memengaruhi keputusan bisnis.

Contoh penerapan ketika aturan impor berubah

Sebuah perusahaan telah menyusun rencana pembelian berdasarkan ketentuan lama. Sebelum memesan atau mengapalkan barang, tim perlu membandingkan HS, uraian produk, status importir, persyaratan PI/Pertek/LS, pengecualian dan ketentuan peralihan menurut regulasi yang berlaku untuk barang itu.

Praktiknya, buat matriks tiga kolom: ketentuan semula, ketentuan setelah perubahan, dan dampak terhadap permohonan perusahaan. Tandai pasal serta lampiran yang benar-benar mengubah syarat; jangan menyimpulkan bahwa perubahan suatu peraturan otomatis mengubah semua kategori barang.

Catatan regulasi

Panduan umum; verifikasi ketentuan terbaru pada instansi berwenang sebelum mengambil keputusan.

Butuh pendampingan penerapan aturan ini?

Temukan penjelasan layanan yang relevan dan periksa kebutuhan spesifik perusahaan Anda.

Hal yang perlu diperiksa lebih dalam

Perubahan Kebijakan Impor: Permendag 16/2025 dan Permendag 18/2026

Poin-poin berikut membantu mengidentifikasi fakta dan dokumen yang perlu diverifikasi untuk topik ini.

01

Baca Permendag 16/2025 bersama perubahan 37/2025 dan 18/2026 sebagai satu rangkaian ketentuan impor.

02

Pemetaan perubahan perlu menunjukkan pasal yang diganti dan akibat praktis pada jenis barang tertentu.

03

Hindari menyimpulkan semua HS berubah; pemeriksaan tetap mengikuti lampiran dan aturan sektoral.

Pemetaan perubahan perlu menunjukkan pasal yang diganti dan akibat praktis pada jenis barang tertentu. Hindari menyimpulkan semua HS berubah; pemeriksaan tetap mengikuti lampiran dan aturan sektoral.

Sumber resmi untuk pengecekan

Sebelum mengambil keputusan, periksa peraturan yang masih berlaku beserta lampiran dan ketentuan khusus produknya.

AKSARA / ADVISORY

Mulai dari diskusi yang tepat.

Kami tidak menjanjikan persetujuan izin karena keputusan berada pada instansi berwenang.

Diskusikan Kebutuhan Anda ↗