Pengecualian tidak boleh disimpulkan dari status perusahaan, tujuan proyek atau alasan kebutuhan mendesak saja. Penerapannya harus dibuktikan melalui pasal, lampiran, serta kriteria faktual barang dan importir.
01. Tentukan pembatasan yang ingin dikecualikan
Identifikasi HS, spesifikasi produk, kondisi baru/bekas, negara asal, fungsi barang serta jenis perizinan yang biasanya diwajibkan. Pengecualian terhadap satu ketentuan tidak selalu berlaku pada ketentuan lain.
02. Uji kecocokan dengan kategori yang diatur
Telaah apakah peraturan menyebut tujuan penelitian, hibah, proyek tertentu, sampel, barang pindahan atau kategori lain dan syarat khususnya. Jangan menggunakan surat pernyataan umum bila peraturan mensyaratkan bukti lain.
03. Rancang paket dokumen pembuktian
Dokumen dapat berkaitan dengan dasar proyek, kepemilikan barang, tujuan penggunaan, jumlah, rekomendasi instansi, atau pernyataan yang formatnya ditentukan. Jenis dan kewajiban akhirnya harus berasal dari aturan pengecualian yang benar-benar berlaku.
04. Periksa akibat terhadap proses customs
Simpan nomor dan batas keberlakuan persetujuan atau pengecualian jika diterbitkan, lalu bandingkan dengan PIB, invoice dan shipment. Keringanan terhadap satu persyaratan tidak boleh dianggap menghapus kewajiban kepabeanan seluruhnya.