PANDUAN REGULASI

Panduan PP 28 Tahun 2025: Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

PP 28/2025 mengatur ulang kerangka perizinan usaha berbasis risiko dan menggantikan PP 5/2021. Panduan ini memetakan implikasi praktisnya untuk perusahaan dan pelaku usaha.

01

Mengapa PP 28/2025 penting

PP Nomor 28 Tahun 2025 mengatur perizinan berusaha berbasis risiko dan menggantikan PP Nomor 5 Tahun 2021. Kerangka ini menghubungkan legalitas kegiatan usaha dengan klasifikasi risiko dan persyaratan dasar. Bagi pemilik perusahaan, perubahan peraturan berarti data izin lama perlu dibandingkan dengan kebutuhan kegiatan riil, bukan hanya melihat apakah NIB sudah terbit.

02

Memulai dari kegiatan usaha, bukan dokumen

Langkah awal adalah menjabarkan produk atau jasa perusahaan, lokasi operasional, kapasitas, proses usaha, dan KBLI yang sesuai. Setelah itu, tingkat risiko dan persyaratan layanan OSS dapat diperiksa berdasarkan ketentuan terkini. Satu perusahaan dapat memiliki beberapa kegiatan dengan konsekuensi perizinan berbeda.

03

Membedakan NIB dan perizinan lanjutan

NIB merupakan identitas pelaku usaha dan bagian dari legalitas berbasis risiko. Namun kecukupan NIB bergantung pada kategori kegiatan, tingkat risiko, persyaratan dasar, dan izin penunjang yang mungkin diperlukan. Perlu pemeriksaan apakah sertifikat standar, izin, verifikasi, atau PB UMKU relevan.

04

Apa yang perlu diperiksa perusahaan eksisting

Cocokkan akta dan identitas pelaku usaha dengan NIB, KBLI, data lokasi, kapasitas, izin terdahulu serta kewajiban sektoral. Perusahaan yang mengubah bidang kegiatan atau memindahkan lokasi memerlukan analisis dampak perubahan terhadap perizinan yang sudah diterbitkan.

05

Proses audit kesiapan dokumen

Mulai dari daftar kegiatan, kumpulkan legalitas perusahaan dan persyaratan dasar, periksa status di OSS, lalu catat aspek yang perlu dikonfirmasi kepada instansi. Hasil asesmen adalah peta tindakan, bukan jaminan penerbitan izin.

06

Referensi resmi dan tindak lanjut

Gunakan PP 28/2025 beserta lampirannya, OSS, dan ketentuan teknis sektoral yang berlaku. Versi dan tanggal pemeriksaan sebaiknya dicatat dalam setiap analisis agar perubahan regulasi tidak terlewat.

Membaca keluaran OSS pada satu kegiatan usaha

Perusahaan memperoleh NIB tetapi pada rincian kegiatan OSS masih terlihat tahapan pemenuhan standar atau persyaratan izin. Kedua status ini harus dibedakan: legalitas identitas perusahaan tidak otomatis membuktikan seluruh kegiatan siap beroperasi.

Periksa KBLI 2025, skala usaha, lokasi, penilaian risiko dan tampilan pemenuhan perizinan. Catat dokumen yang sudah terbit, persyaratan yang belum dipenuhi dan izin penunjang kegiatan; gunakan panduan OSS sesuai status proyek, termasuk data transisi jika relevan.

Catatan regulasi

Panduan umum; verifikasi ketentuan terbaru pada instansi berwenang sebelum mengambil keputusan.

Butuh pendampingan penerapan aturan ini?

Temukan penjelasan layanan yang relevan dan periksa kebutuhan spesifik perusahaan Anda.

Hal yang perlu diperiksa lebih dalam

Panduan PP 28 Tahun 2025: Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

Poin-poin berikut membantu mengidentifikasi fakta dan dokumen yang perlu diverifikasi untuk topik ini.

01

PP 28/2025 mengatur pendekatan risiko dalam perizinan; kewajiban berbeda sesuai tingkat risiko kegiatan.

02

Petakan NIB, sertifikat standar, izin serta PB UMKU tanpa menyamakan semua dokumen tersebut.

03

Ketentuan transisi dan norma sektor harus diperiksa saat membandingkan izin lama dan baru.

Petakan NIB, sertifikat standar, izin serta PB UMKU tanpa menyamakan semua dokumen tersebut. Ketentuan transisi dan norma sektor harus diperiksa saat membandingkan izin lama dan baru.

Sumber resmi untuk pengecekan

Sebelum mengambil keputusan, periksa peraturan yang masih berlaku beserta lampiran dan ketentuan khusus produknya.

AKSARA / ADVISORY

Mulai dari diskusi yang tepat.

Kami tidak menjanjikan persetujuan izin karena keputusan berada pada instansi berwenang.

Diskusikan Kebutuhan Anda ↗